Tuan rumah tetap ikut kualifikasi Piala Asia U-19 memang sudah tidak asing lagi. Pada tahun 2016, Bahrain sebagai tuan rumah tetap ikut kualifikasi dan harus finish di posisi ketiga Grup F di bawah Irak dan tuan rumah Tajikistan. Nah sekarang giliran Indonesia sebagai tuan rumah Piala Asia U-19 2018. Walaupun sudah lolos, Indonesia harus terbang ke Korea Selatan. Indonesia tergabung di Grup F bersama tuan rumah Korea Selatan, Malaysia, Timor Leste dan Brunei.

Pertandingan pertama timnas U-19 Indonesia berhasil mulus. Hanya melawan Brunei yang di Piala AFF U-18 2017 kemarin dibantai 8-0, Indonesia menang mudah 5-0. Sebelum big match melawan Malaysia dan Korea Selatan, tentu kemenangan seperti ini harus terus dilanjutkan.

Lalu apa hasil yang ada didapat setelah laga melawan Brunei tadi? Tentu klise jika kita membahas bagus-bagusnya. Bagaimana kalau membahas yang jelek-jelek? Pembahasan jelek-jelek akan dibagi dua, pertama kritisi yang bersifat membangun dan kedua bully yang tujuannya hanya kepuasan penulis semata.

Kritisi

kompas.com

Walaupun jajaran pelatih Timnas U-19 tidak akan punya waktu untuk membaca kritikan ini, tetapi setidaknya inilah bentuk dukungan (((kita))). Kritikan akan selalu muncul untuk timnas U-19. Apalagi di usia yang sangat muda, mereka masih sangat bisa untuk berkembang. Kemenangan 5-0 atas Brunei ini juga tidak luput dari kritikan.

Kritikan pertama yang muncul adalah jumlah tembakan sangat timpang jika dibandingkan dengan jumlah gol. Tembakan timnas U-19 ini 37 kali dengan 8 di antaranya pas ke gawang. Dari 8 pas ke gawang, 5 di antaranya gol. Persentase akurasi hanya 20%, sangat buruk jika dibandingkan saat Piala AFF U-18 2017 kemarin melawan Brunei yang akurasinya mencapai 40%. (sumber twitter @labbola).

Bully

tribunnews.com

Yup, sekarang saatnya nyinyir. Sekedar informasi, nyinyir kepada pemain atau tim sepak bola adalah hal yang paling mudah. Khususnya untuk timnas U-19, bahan nyinyiran seakan tidak akan ada habisnya.

Bully pertama muncul saat Egy hanya bisa mencetak 1 gol. Padahal Egy ini total melakukan 9 tendangan. Sebagai pemain yang katanya dilirik tim dari Jerman, Portugal dan lain-lain, tentu itu hal yang bisa dibilang buruk.

Bully kedua ini adalah datang untuk sang striker kita M Rafli. Entah apakah tugasnya hanya untuk menjadi umpan agar Egy lepas tanpa kawalan, statistik Rafli ini minimalis. Walaupun sukses mencetak 1 gol dan 1 assist, Rafli hanya melepaskan 3 tembakan. Sungguh striker yang hemat.
Sebagai penutup, dari kritikan dan bully-an di atas, bukan berarti saya tidak cinta lho ya. Dan sebagai tambahan lagi, terkadang, menulis hal demikian bisa lebih cepat daripada menulis hal yang baik-baik. Apakah kalian setuju juga? Karena sejatinya menulis komentar buruk juga lebih cepat daripada menulis komentar yang baik-baik.

elephantjournal.com

Sumber