AFC U-19 Championship Qualifier Group F - Timnas
Indonesia U-19 memang kalah dari Korea Selatan U-19, dan publik pecinta
sepakbola Tanah Air memang mengakui kekalahan ini. Namun publik merasa sakit ketika
melihat penampilan buruk Aqil Savik. Seharusnya, Pelatih Timnas
Indonesia U-19, Indra Sjafri mencoret nama Muhammad Aqil Savik sebelum
berangkat ke Korea Selatan.
Seharusnya, Pelatih Indra Sjafri mencoret nama Aqil Savik sebelum berangkat ke Korea | instagram.com/aqil_savik
Timnas Indonesia U-19 harus mengakui kekalahan telak atas Korea Selatan U-19 dengan skor akhir 4-0.
Ke-4 gol Korea Selatan dicetak oleh Um Wonsang (9', 61'), Oh Sehun (58'), Lee Jaeik (77') seperti yang dikutip dari the-afc.com (4/11/2017):
Line-up pertandingan Korea Selatan U-19 vs Indonesia U-19 | the-afc.com
Baiklah,
publik pecinta sepakbola Indonesia mengakui kekalahan atas Korea
Selatan U-19, mengingat kualitas individu yang dimiliki oleh sebagian
besar pemain mereka, yang memang memiliki kualitas.
Namun, publik merasa
sakit ketika kiper sekelas Timnas, melakukan blunder dan kesalahan mendasar. Publik pecinta sepakbola Indonesia merasa
terluka melihat penampilan kiper Timnas yang buruk, dan bahkan amat sangat buruk.
Muhammad
Aqil Savik, sejatinya adalah seorang kiper kedua Indonesia U-19 setelah
Muhammad Riyandi. Cederanya M. Riyandi, mau tidak mau memaksa Indra
Sjafri untuk menjadikan Aqil Savik sebagai kiper utama U-19.
Namun,
penampilan Aqil Savik sungguh jauh dibawah performa. Itu terbukti
ketika Indonesia berlaga di Piala AFF U-18 bulan September kemarin.
Penampilannya sungguh jauh dari kata memuaskan.
Penampilan Aqil jauh dari kata memuaskan sejak berlaga di Piala AFF U-18 kemarin | instagram.com/aqil_savik
Baiklah, Indonesia U-19 memang sering meraih hasil
clean-sheets
saat Aqil Savik dimainkan. Tapi ingat, bukan penampilan Aqil yang
bagus, namun penampilan defender yang terlalu baik, sehingga jarang ada
bola mendekati gawang.
Lihatlah statistik dibawah ini, dimana statistik tersebut adalah saat Indonesia meraih hasil
clean-sheets saat
berhadapan dengan Brunei Darussalam. Statisik ini menunjukkan bahwa,
Indonesia meraih clean-sheets karena kualitas permainan dan kuatnya
individu pemain bertahan yang dimiliki Indonesia.
RStatistik pertandingan Indonesia vs Brunei Darussalam | twitter.com/labbola
Dan
statistik dibawah ini juga menunjukkan bahwa Indonesia meraih hasil
clean-sheets, namun sekali lagi, ini bukan karena kehebatan Aqil Savik,
namun karena kualitas pemain bertahan kita.
Indonesia U-19 vs Timor Leste U-19 | twitter.com/labbola
Penampilan
Aqil di Piala AFF U-19 saja sudah mencontohkan seberapa besar kemampuan
dia. Dimana dia justru memperlihatkan kelemahan yang dia miliki. Aqil
terlalu lambat dalam merespon, terlalu sering off position, dan yg lebih
parah lagi, Aqil terlalu sering membuat blunder.
Maka dari itu,
seharusnya Pelatih Indra Sjafri mencoret nama Aqil Savik sebelum
berangkat ke Korea Selatan. Karena, kualitas Aqil tidak layak untuk
menjadi penjaga gawang utama di Timnas U-19.
Memang,
kita tidak
berhak memutuskan, tetapi, kita terlalu sakit melihat penampilan pemain
berusia 18 tahun itu. Karena, kiper sekelas Timnas, atau kiper yang
lolos ke Timnas, harusnya kiper yang "Jauh" lebih hebat dari seorang
Aqil.
Kiper yang lolos ke Timnas harusnya kiper yang jauh lebih hebat | instagram.com/aqil_savik
Kiper
Timnas seharusnya adalah kiper yang cepat dalam respon, selalu on
position, dan bahkan tidak pernah membuat blunder. Maaf, ini bukan
permainan anak kampung, ini bukan permainan anak kecil. Ini adalah
Timnas, membela Nama Negara, dan bahkan mewakili kiper U-19 seluruh
Indonesia. Lalu, apakah pantas kiper yang sering membuat blunder tetap
dipertahankan?
Apalah daya, semua hal sudah terjadi. Yang kita
harapkan sekarang ini adalah, Indra Sjafri tidak memasang Aqil Savik
saat Indonesia U-19 berhadapan dengan Malaysia pada tanggal 6 November
2017 nanti.
Karena publik sudah terlanjur tidak percaya dengan
kemampuan anak muda tersebut, dan berharap Indra Sjafri memberikan
kesempatan kepada Gianluca Pagliuca Rossy, atau Raka Surya Handika.
Pertandingan
antara Indonesia U-19 vs Malaysia U-19 akan diselenggarakan di Paju
Stadium, Paju, Korea Selatan pada tanggal 6 November 2017 nanti, yang
juga merupakan pertandingan terakhir Timnas Indonesia U-19 dalam ajang
kali ini, seperti yang dikutip oleh
the-afc.com (4/11/2017)
Diharapkan,
Indonesia bisa menorehkan hasil manis saat pertandingan terakhir
tersebut. Baiklah, publik akan menerima berapapun skor kekalahan yang
diderita oleh Indonesia saat berhadapan dengan Korea Selatan. Namun
sepertinya, publik akan merasa amat sangat kecewa, jika Indonesia harus
kalah dari Malaysia di pertandingan terakhir.
Indonesia akan berhadapan dengan Malaysia di pertandingan terakhir | the-afc.com
Belum
lagi, hasil dari Kualifikasi ini adalah tolak ukur seberapa jauh
kualitas Timnas Indonesia U-19. Jika hanya berhadapan dengan Malaysia
saja Indonesia harus mengalami kekalahan, maka, hancur sudah harapan
pecinta sepakbola Indonesia.
Sumber