Manusia yang oleh sebagian pecinta sepak bola indonesia
dianggap legend berinisial BEPE itu akhirnya memberikan pernyataannya
mengenai drama partai biasa antara PERSIB vs club asal Jakarta yang
berseragam merah tapi supporternya beseragam oranye di Solo pada Jumat 3
November 2017 itu melalui sebuah artikel.
Naha harus nuhun…???
Ya,
karena di artikel tersebut, Bepe mengakui kalau gol itu sah, dan
rekan-rekan di team nya juga sudah nerima dan pasrah. Tapi takdir
berkata lain, can rejekina Sib…!!!
Selain itu Bepe juga mengakui
bahwa ga berani membayangkan Liga Indonesia tanpa Persib. Luar biasa
atuh Bepe mah, Legend teaaa, tetap menghormati musuh bebuyutannya.
Karena kalo kami mah ga peduli ada atau tidaknya tim nya Bepe di Liga
Indonesia nanti, sabodo teuing, tapi wajar sih da kami mah bukan legend.
Kemudian, tulisan Bepe juga mun ceuk kami mah bukan nyerang Tim
PERSIB ataupon juga BOBOTOH, tapi nyerang seseorang “yang mengambil
keputusan emosional nan arogan yang tidak hanya melanggar regulasi,
namun juga dapat berpotensi mengubur mimpi dari para pendukung setia dan
fanatik Pangeran Biru..” saha nya…?? Nu teu ngarasa mah teu kudu
kasinggung komo nepi ka nasteung, kalem weh mang, namanya juga
berpotensi, belum tentu iyah. Banyak hal yang harus dipikirin akibatnya
mun kajadian persib di Liga 2, bakal jadi lieur & rudet lah pokonyah
mah. Tapi da dimanapun berkompetisi, BOBOTOH akan selalu ada buat si
manis camperenik PERSIB mah, dan akan selalu ada piduiteun nu puguhmah.
Kalem lah, aya wae sponsormah.
Di tulisannya juga, Bepe secara
tersirat memberikan saran kepada musuh bebuyutannya agar next season
punya pemain “Bad Boy” & “Smart Guy” biar bisa mincing emosi lawan
untuk merusak focus dan konsentrasi sekaligus punya pemain lain yang
lebih smart untuk mengimbangi sisi non teknis tersebut. Dua hal nu teu
leungit di Persib musim ayeuna. Teu edan kumaha atuh, Legend tea..
Semoga weh management menyadari atau plis lah saha wae nu maca pang
ngaharewosan manajemen.
Nuhun ah Pe…
Pernyataan yang harus diklarifikasi
“
Wasit sempat memberikan peringatan dan MENANYAKAN kepada tim PERSIB, apakah masih ingin melanjutkan pertandingan atau tidak”
Mun ceuk saya ini penting & crusial, sang legend moal sakaba-kaba
nulis ini. Pasti confirmed. Seperti saat dia nulis setuju Vlado dikartu
merah karena mendengar apa yang diucapkan Vlado kepada wasit. Ini bisa
menjadi titik terang karena pihak PERSIB merasa wasit tidak bertanya.
Jadi nanya ka saha? Anak gawang? Atawa nu ditanya teu ngarti ngan bisa
jawab “oh Yes” jeung “oh now”, jadi weh miskom, lain miskum nya…
Apabila
dapat diinvestigasi secara sebenar-benarnya, maka akan menjadi landasan
komdis untuk mengambil keputusan yang benar juga.
Penutup
(rada bingung rek nulis naon, soalna paragrap penutup sang Legend mah sok Elegan wae tea ningan.. Hmmm…)
Saya
tidak membahas mengenai tekanan penonton, da kewajiban penonton mah
emang memberi tekanan. Saya juga tidak akan membahas kenapa Bepe ga
bilang kalo itu gol, da memang dia bukan malaikat da katanya tidak
memiliki sayap, walaupun kalo menurut saya malaikat ga punya sayap, da
malaikat mah goib, kecuali sang legend bisa melihat hal goib. Saya juga
tidak akan membahas saat si ganteng Mas Har membuang bola karena ada
pemain PERSIB yang tergeletak, yang merujuk fair play lemparan ke dalam
harus dikembalikan ke PERSIB bukannya dilempar ke area PERSIB kemudian
disundul beliau untuk jadi assist. Moal ngabahas masa lalu moal.. cing
sungguhna oge..
Nuhun Pe, ente memang Legend sejati bahkan
secara jantan mengakui bahwa bahwa anda generasi gagal karena tidak bisa
memberikan satupun gelar bergengsi untuk Negara kita tercinta
INDONESIA. Sekali lagi Nuhun Pe… semoga selalu sukses dalam segala
hal.., salam buat Pak Haji Ismet… Bhaaayyy….
Sumber
ADS HERE !!!