Indonesia – Suasana duka masih begitu terasa pada kediaman Alm. Choirul Huda, betapa tidak keluarga yang ditinggalkan pasti sangat terpukul dengan insiden yang dialami oleh penjaga gawang Persela Lamongan tersebut. Kepergian yang dialami oleh Choirul Huda adalah sesuatu yang di luar perkiraan dan nalar manusia. Keluarga yang ditinggalkan pun harus menerima dan mengkhlaskan kepergian legenda Persela Lamongan tersebut. Namun bagaimana jadinya keluarga yang saat ini sedang berduka menjalani kehidupannya?

www.bola.net

Dikabarkan bahwa pihak club Persela Lamongan menjanjikan kepada keluarga akan memberikan bantuan kepada keluarga yang ditinggalkan oleh Alm. Choirul Huda.Hal tersebut telah disampaikan oleh salah satu perwakilan club Persela Lamongan melalui Direktur Operasional Persela Yuhronur Effendi. Salah satu bantuan yang diberikan kepada keluarga yang ditinggalkan adalah beasiswa pendidikan bagi anak alm. Choirul Huda. Seperti dilansir dari media viva.co.id (20/10/17).
"Pak Bupati nanti yang akan menyampaikan. Rencananya kami akan menanggung biaya pendidikan anaknya hingga jenjang SMA. Kalau tidak salah anaknya ada dua, dan masih duduk di SD," kata Yuhronur selaku Direktur Operasional Persela Lamongan melalui media Viva.co.id
Insiden meninggalnya penjaga gawang andalan Persela Lamongan tersebut terjadi pada tanggal 15 Oktober yang lalu akibat trjadinya benturan dengan rekan setimnya. Atas kejadian trsebut sebenarnya penjaga gawang berusia 54 tahun tersebut sempat dibawa ke Rumah Sakit terdekat untuk

menadpatkan pertolongan pertama. Namun nampaknya penjaga gawang legenda Persela Lamongan tersebut sudah tidak terselamatkan lagi meskipun sempat mendapatkan perawatan dari pihak Rumah Saklit. Meninggalnya Choirul Huda pun membawa duka yang menyelimuti Indonesia. Tidak hanya Indonesia, tetapi beberapa pemain asal club Eropa pun menyampaikan turut berduka melalui akun sosialnya masing-masing yang diantaranya adalah Paul Pogba, Petr Cech, Ter Stegen. Dilansir dari media bola.net (20/10/17).

Saat ini terhitung belum ada 40 hari kepergian dari Choirul Huda, namun sepertinya keluaraga Alm. Choirul Huda bisa mengalami kesulita untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari jika hanya mengandalkan dana bantuan dari Persela yaitu beasiswa anak sekolah.

Sumber